Just another free Blogger theme

<a href="http://www.clock4blog.eu">calendar widget for blog</a>

Senin, 11 April 2022

 

PENTINGNYA TABAYYUN


 

APA ITU TABAYYUN

 

Kata tabayyun berasal akar kata bahasa Arab : tabayyana–yatabayyanu–tabayyunan, yang berarti meneliti kebenaran sesuatu dan tidak tergesa-gesa di dalamnya

 

Tabayyun secara bahasa memiliki arti mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya.

 

Sedangkan secara istilah adalah meneliti dan meyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas benar permasalahannya.

 

Imam Asy Syaukani rahimahullah berkata, “Yang dimaksud dengan tabayyun adalah memeriksa dengan teliti dan yang dimaksud dengan tatsabbut adalah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa, melihat dengan keilmuan yang dalam terhadap sebuah peristiwa dan kabar yang datang, sampai menjadi jelas dan terang baginya.” (Fathul Qadir, 5:65

 

Dengan kata lain kalau kita menerima berita dari satu fihak, maka janganlah tergesa-gesa memutuskan mana yang salah dan mana yang benar, perlu adanya penjelasan dari fihak lainnya, sehingga tidak menimbulkan dosa dan penyesalan akibat keputusannya yang tidak adil atau merugikan pihak lain

 

 

 

BAGAIMANA ISLAM MEMANDANG TENTANG TABAYYUN

 

Perintah Tabayyun Ada Dalam Qs. Al Hujarat (49) : 06

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.

 

ASBABUN NUZUL

 

Al-Hâfizh Ibnu Katsîr menyatakan, ayat ini dilatarbelakangi oleh suatu kasus sebagaimana diriwayatkan dari banyak jalur. Yang terbaik, ialah dari Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dari jalur kepala suku Banil-Mushthaliq, yaitu al-Hârits ibnu Dhirâr al-Khuzâ`i, ayah dari Juwairiyah bintil-Hârits Ummil-Mu`minîn Radhiyallahu anhuma.

 

Al-Hârits mengatakan: “Aku mendatangi Rasûlillâh SAW. Beliau mengajakku ke dalam Islam, akupun menyetujuinya. Aku katakan: 'Wahai, Rasûlullâh. Aku akan pulang untuk mengajak mereka berislam, juga berzakat. aku kumpulkan zakatnya, dan silakan kirim utusan kepadaku pada saat ini dan itu, agar membawa zakat yang telah kukumpulkan itu kepadamu'.”

 

Setelah ia mengumpulkan zakat tersebut dari orang yang menerima dakwahnya, dan sampailah pula pada tempo yang diinginkan Rasûlillâh SAW, ternyata utusan tersebut menahan diri dan tidak datang. Sementara itu al-Hârits mengira bahwa Allah dan Rasul-Nya marah,

 

Sebenarnya Rasûlullâh SAW telah mengutus al-Walîd ibnu `Uqbah kepada al-Hârits untuk mengambil zakat tersebut, tetapi di tengah jalan, al-Walîd ketakutan, sehingga ia pun kembalilah kepada Rasûlillâh SAW sembari mengatakan: “Wahai, Rasûlallâh! Al-Hârits menolak menyerahkan zakatnya, bahkan hendak membunuhku," maka marahlah Rasûlullâh SAW lalu mengutus pasukan kepada al-Hârits. Sementara itu, al-Hârits telah berangkat bersama kaumnya.

 

 

MENGAPA TABAYYUN ITU BEGITU PENTING

Pertama

Mendapatkan berita/informasi yang berkualitas

tidak bercampurnya kebenaran dengan kebatilan

Kedua :

Memilah dan memilih Berita dengan derajat Naba’ dan Khabar.

Naba’ adalah pesan yang mempunyai  pengaruh luas, apakah pesan itu salah atau benar. Sementara khabar adalah pesan yang

pengaruhnya biasa saja.

Ketiga :

Agar memahami bahwa ada informasi itu yang memang diselewengkan untuk kepentingan tertentu, ada memang kesalahan media, noise pada penerima.

Keempat  ;

أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ

agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan),

 

 

 

Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar