Just another free Blogger theme

<a href="http://www.clock4blog.eu">calendar widget for blog</a>

Senin, 11 April 2022

 

HOAKS DAN BAHAYANYA

Oleh H. Marasakti Bangunan

 




NARASI MENGAWALI PEMBICARAAN

 

Kuatnya arus informasi dan komunikasi di era globalisasi semakin memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi melalui berbagai sarana, terutama internet.

 

Tidak hanya sekadar menerima informasi, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk menciptakan, mengolah, dan menyalurkan narasi melalui berbagai media digital/media sosial.

 

Dengan kemudahan akses dan penggunaan tersebut  media sosial menjadi rentan atas penyebaran hoaks

 

Bentuk hoaks terus mengalami perkembangan dari bentuk sederhana menjadi lebih beragam. Hoaks berbentuk tulisan tetap yang terbanyak.

 

Tahun 2019 Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) Melakukan Survey Tentang Berita Hoaks, Hasilnya  

1.      Hoaks tulisan sebanyak 70,7%,

2.      Hoaks foto editan 57,8%,

3.      Hoaks foto dengan caption palsu 66,3%,

4.      Hoaks vidio editan -dubing palsu  33,2 %

5.      Hoaks video editan (dipotong-potong) 45,70%,

6.      Hoaks video dengan caption atau narasi palsu 53,2%,

7.      Hoaks berita/foto/video lama diposting kembali 69,20%.

 

Media Sosial tetap menjadi saluran penyebaran yang tertinggi.  Sedangkan topik utama yang paling sering diangkat dalam berita-berita palsu adalah hal-hal yang berkenaan dengan isu politik, Isu SARA, dan Isu kesehatan

 

MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) telah mengeluarkan fatwa Nomor 24 Tahun 2017 Tentang HUKUM DAN PEDOMAN BERMUAMALAH MELALUI MEDIA SOSIAL

Bahwa haram hukumnya bagi seorang muslim menyebarkan hoaks.

 

APA ITU HOAKS

Arti Hoaks adalah kabar, informasi, berita palsu atau bohong. Dalam KBBI disebutkan bahwa arti Hoaks adalah berita bohong. Hoaks merupakan informasi yang direkayasa untuk menutupi informasi sebenarnya.

Dengan kata lain, arti Hoaks juga bisa didefinisikan sebagai upaya pemutarbalikan fakta menggunakan informasi yang seolah-olah meyakinkan tetapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya.

 

MOTIF ATAU TUJUAN HOAKS

Mengapa hoaks ini muncul dimasyarakat salah satunya adalah ekses negatif kebebasan berbicara dan berpendapat di internet. Khususnya media sosial dan blog.

Hoaks dibuat seseorang atau kelompok dengan beragam tujuan, mulai dari sekedar main-main bahan lelucon atau sekedar iseng,, tujuan ekonomi (penipuan), dan politik (propaganda/pembentukan opini publik, membentuk perspsi, menjatuhkan pesaing/black campaign) atau agitasi (hasutan) hingga yang sistematis dan terstruktur.

MENGENALI & CIRI-CIRI BERITA HOAKS

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri berita Hoaks;

  1. Didistribusikan via email atau media sosial karena efeknya lebih besar.
  2. Berisi pesan yang membuat cemas, panik para pembacanya.
  3. Diakhiri dengan imbauan agar si pembaca segera memforwardkan warning tersebut ke forum yang lebih luas. Hoaks memanfaatkan iktikad baik si pembaca, sehingga pembaca email ini tanpa meneliti terlebih dahulu kebenaran beritanya, langsung segera menyebarkannya ke forum yang lebih luas. Akibatnya lalu lintas peredaran data di internet makin padat dengan berita yang tidak benar. 
  4. Biasanya pengirim awal Hoaks ini tidak diketahui identitasnya.

 

BAGAIMANA KISAH HOAKS YANG MENIMPA NABI DAN UMMUL MUKMININ

 

Ummul Mukminin ‘Aisyah r.a istri Rasulullah saw. pernah viral di masyarakat, ada hoaks bahwa Ummul Mukminin memiliki hubungan gelap dengan sahabat nabi yang bernama Shafwan bin Al-Mu’aththal As-Sullami Adz-Dzakwani

Setelah perang dengan Bani Mus•aliq pada bulan Sya‘ban 5 H. Peperangan itu diikuti kaum munafik dan turut pula ‘Aisyah r.a. dengan Nabi saw. berdasarkan undian yang diadakan di antara istri-istri beliau.

Dalam perjalanan kembali dari peperangan, mereka berhenti pada suatu tempat. ‘Aisyah r.a. keluar dari sekedupnya untuk suatu keperluan, kemudian kembali. Tiba-tiba dia merasa kalungnya hilang, lalu dia pergi lagi mencarinya.

Sementara itu, rombongan berangkat dengan persangkaan bahwa ‘Aisyah r.a. masih ada dalam sekedup. Setelah ‘Aisyah r.a. mengetahui sekedupnya sudah berangkat, dia duduk di tempatnya dan mengharapkan sekedup itu akan kembali menjemputnya.

Kebetulan, lewat di tempat itu seorang sahabat Nabi, Safwan ibnu Mu‘aththal, ditemukannya seseorang sedang tidur sendirian dan dia terkejut seraya mengucapkan, “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘µn,  istri Rasul!” ‘Aisyah r.a. terbangun. Lalu dia dipersilakan oleh Safwan mengendarai untanya.

Safwan berjalan menuntun unta sampai mereka tiba di Madinah. Orang-orang yang melihat mereka membicarakannya menurut pendapat masing-masing. Mulailah timbul desas-desus. Kemudian kaum munafik membesar-besarkannya, maka fitnah atas ‘Aisyah r.a. itu pun bertambah luas, sehingga menimbulkan keguncangan di kalangan kaum muslim. Peristiwa tersebut membuat Allah cemburu (murka) demi Siti Aisyah dan Nabi-Nya. Maka Allah Swt. menurunkan wahyu yang membersihkan kehormatan Siti Aisyah demi memelihara kehormatan Rasulullah Saw. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

{إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالإفْكِ عُصْبَةٌ}

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari segolongan kalian juga, (An-Nur: 11)

Orang yang pertama menyebar isu keji ini adalah Abdullah ibnu Ubay ibnu Salul, pemimpin kaum munafik. Dialah orang yang mempunyai prakarsa menyebarkan isu dusta itu sehingga ada sebagian dari kalangan kaum muslim yang termakan dan terhasut oleh isu yang disebarkannya, yang akhirnya menjadi bahan pergunjingan mereka.

Sedangkan sebagian kaum muslim lainnya tidak mempunyai tanggapan apa pun terhadap peristiwa itu. Keadaan ini berlanjut sampai hampir satu bulan lamanya. Akhirnya turunlah ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.

 

BAGAIMANA LANGKAH-LANGKAH AGAR TERHINDAR DARI HOAKS

Anda dapat melakukan langkah-langkah untuk menghindari Hoaks sekaligus membantu menghentikan penyebarannya di media sosial.

1.      Perhatikan judul informasi
Beberapa oknum kerap memasang judul yang menjebak artinya menarik masyarakat agar membacanya.

 

Berita palsu biasanya memiliki judul yang mengejutkan agar membuat rasa penasaran. Isi kontennya pun biasanya terlihat provokatif dan memanfaatkan isu-isu yang sedang tren.

 

2.      Lihat sumber berita
Hal kedua yang perlu dilakukan adalah periksa sumbernya, apakah dari situs resmi dan terpercaya tidak.

 

Apabila informasi berasal dari situs-situs media sosial dan web yang belum dapat dipercaya disarankan untuk segera mengecek ke situs-situs lainnya.

 

3.      Periksa foto dan video
Tidak hanya tulisan, seperti yang telah disebutkan bahwa Hoaks bermacam-macam bentuknya dan salah satunya yaitu berupa foto dan video.

 

Sama halnya dengan tulisan, Hoaks bentuk foto dan video yang Anda terima jangan langsung mempercayai begitu saja. Terkadang oknum juga mengedit sebuah foto dan video sebelum menyebarkannya di media sosial. Namun, Anda tidak perlu khawatir untuk mencari fakta dari foto dan video tersebut. Anda bisa cek keaslian dari berita foto dan video tersebut dengan memanfaatkan teknologi fitur dari Google Images dengan tautan images.google.com.

 

4.      Hati-Hati dengan bentuk forward messages
Pernahkah Anda mendapatkan pesan yang diteruskan dari media sosial? Tentu pernah! Maraknya berita Hoaks dari media sosial tentu sangat meresahkan. Biasanya oknum Hoaks akan menyebarkan ke banyak orang dengan dalih isinya meminta untuk segera diteruskan ke banyak orang, berupa ancaman jika Anda tidak meneruskan pesan tersebut, atau mendapatkan hadiah. Jika Anda menerima pesan seperti itu, segera hapus dan abaikan!

 

5.      Laporkan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika jika menemukan berita Hoaks

 

Apabila Anda menemukan berita Hoaks, sebaiknya Anda segera melaporkan konten tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informatika agar berita Hoaks segera ditindak tegas.

 

Anda bisa melakukan screen capture disertai url link lalu kirim filenya ke aduankonten@mail.kominfo.go.id.

 

Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar