HOAKS DAN BAHAYANYA
Oleh H. Marasakti Bangunan
NARASI MENGAWALI PEMBICARAAN
Kuatnya arus informasi dan komunikasi di era globalisasi semakin memudahkan masyarakat untuk memperoleh
informasi melalui berbagai sarana, terutama internet.
Tidak hanya sekadar menerima informasi, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk menciptakan,
mengolah, dan menyalurkan narasi melalui berbagai media digital/media sosial.
Dengan kemudahan akses dan penggunaan
tersebut media
sosial menjadi rentan atas penyebaran hoaks
Bentuk hoaks terus
mengalami perkembangan dari bentuk sederhana menjadi lebih beragam. Hoaks
berbentuk tulisan tetap yang terbanyak.
Tahun 2019 Masyarakat Telematika Indonesia
(MASTEL) Melakukan Survey Tentang Berita Hoaks, Hasilnya
1. Hoaks tulisan
sebanyak 70,7%,
2. Hoaks foto
editan 57,8%,
3. Hoaks foto
dengan caption palsu 66,3%,
4. Hoaks vidio
editan -dubing palsu 33,2 %
5. Hoaks video
editan (dipotong-potong) 45,70%,
6. Hoaks video
dengan caption atau narasi palsu 53,2%,
7. Hoaks berita/foto/video
lama diposting kembali 69,20%.
Media
Sosial tetap menjadi saluran penyebaran yang tertinggi. Sedangkan
topik utama yang paling sering diangkat dalam berita-berita palsu adalah
hal-hal yang berkenaan dengan isu politik, Isu SARA,
dan Isu kesehatan
MAJELIS ULAMA
INDONESIA (MUI) telah mengeluarkan fatwa Nomor 24 Tahun 2017 Tentang HUKUM DAN
PEDOMAN BERMUAMALAH MELALUI MEDIA SOSIAL
Bahwa
haram hukumnya bagi seorang muslim menyebarkan hoaks.
APA ITU HOAKS
Arti Hoaks adalah kabar, informasi,
berita palsu atau bohong. Dalam KBBI disebutkan bahwa arti Hoaks
adalah berita bohong. Hoaks merupakan informasi yang direkayasa untuk menutupi
informasi sebenarnya.
Dengan kata lain, arti Hoaks juga bisa didefinisikan
sebagai upaya pemutarbalikan fakta menggunakan
informasi yang seolah-olah meyakinkan tetapi tidak dapat
diverifikasi kebenarannya.
MOTIF ATAU TUJUAN HOAKS
Mengapa hoaks ini muncul dimasyarakat salah
satunya adalah ekses negatif kebebasan berbicara dan berpendapat di internet. Khususnya
media sosial dan blog.
Hoaks dibuat seseorang atau kelompok dengan beragam
tujuan, mulai dari sekedar
main-main bahan lelucon atau sekedar iseng,, tujuan ekonomi (penipuan), dan
politik (propaganda/pembentukan opini publik, membentuk perspsi, menjatuhkan pesaing/black campaign) atau
agitasi (hasutan) hingga yang sistematis
dan terstruktur.
MENGENALI & CIRI-CIRI BERITA HOAKS
Berikut ini
adalah beberapa ciri-ciri berita Hoaks;
- Didistribusikan via email atau media sosial karena efeknya lebih besar.
- Berisi pesan yang membuat cemas, panik
para pembacanya.
- Diakhiri dengan imbauan agar si pembaca segera memforwardkan warning tersebut ke forum yang lebih luas. Hoaks
memanfaatkan iktikad baik si pembaca, sehingga pembaca email ini tanpa
meneliti terlebih dahulu kebenaran beritanya, langsung segera
menyebarkannya ke forum yang lebih luas. Akibatnya lalu lintas peredaran
data di internet makin padat dengan berita yang tidak benar.
- Biasanya pengirim awal Hoaks ini tidak diketahui identitasnya.
BAGAIMANA KISAH HOAKS YANG MENIMPA NABI DAN
UMMUL MUKMININ
Ummul Mukminin ‘Aisyah r.a istri Rasulullah
saw. pernah viral di masyarakat, ada hoaks bahwa Ummul Mukminin memiliki
hubungan gelap dengan sahabat nabi yang bernama Shafwan
bin Al-Mu’aththal As-Sullami Adz-Dzakwani
Setelah perang dengan Bani Mus•aliq pada bulan Sya‘ban
5 H. Peperangan itu diikuti kaum munafik dan turut pula ‘Aisyah r.a. dengan
Nabi saw. berdasarkan undian yang diadakan di antara istri-istri beliau.
Dalam perjalanan kembali dari peperangan, mereka
berhenti pada suatu tempat. ‘Aisyah r.a. keluar dari
sekedupnya untuk suatu keperluan, kemudian kembali. Tiba-tiba dia
merasa kalungnya hilang, lalu dia pergi lagi mencarinya.
Sementara itu, rombongan berangkat dengan persangkaan
bahwa ‘Aisyah r.a. masih ada dalam sekedup. Setelah ‘Aisyah r.a. mengetahui
sekedupnya sudah berangkat, dia duduk di tempatnya
dan mengharapkan sekedup itu akan kembali menjemputnya.
Kebetulan, lewat
di tempat itu seorang sahabat Nabi, Safwan ibnu Mu‘aththal,
ditemukannya seseorang sedang tidur sendirian dan dia terkejut seraya
mengucapkan, “Innā lillāhi wa innā ilaihi
rāji‘µn, istri Rasul!” ‘Aisyah r.a.
terbangun. Lalu dia dipersilakan oleh Safwan mengendarai untanya.
Safwan berjalan menuntun unta sampai mereka
tiba di Madinah. Orang-orang yang
melihat mereka membicarakannya menurut pendapat masing-masing. Mulailah timbul
desas-desus. Kemudian kaum munafik membesar-besarkannya, maka fitnah atas
‘Aisyah r.a. itu pun bertambah luas, sehingga menimbulkan keguncangan di
kalangan kaum muslim. Peristiwa tersebut membuat
Allah cemburu (murka) demi Siti Aisyah dan Nabi-Nya. Maka Allah Swt. menurunkan
wahyu yang membersihkan kehormatan Siti Aisyah demi memelihara kehormatan
Rasulullah Saw. Untuk itu Allah Swt. berfirman:
{إِنَّ
الَّذِينَ جَاءُوا بِالإفْكِ عُصْبَةٌ}
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong
itu adalah dari segolongan kalian juga, (An-Nur:
11)
Orang yang pertama menyebar isu keji ini
adalah Abdullah ibnu Ubay ibnu Salul, pemimpin kaum munafik. Dialah orang yang mempunyai prakarsa menyebarkan isu
dusta itu sehingga ada sebagian dari kalangan kaum muslim yang termakan dan
terhasut oleh isu yang disebarkannya, yang akhirnya menjadi bahan pergunjingan
mereka.
Sedangkan sebagian kaum muslim lainnya tidak mempunyai
tanggapan apa pun terhadap peristiwa itu. Keadaan ini berlanjut sampai hampir
satu bulan lamanya. Akhirnya turunlah ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan
duduk perkara yang sebenarnya.
BAGAIMANA LANGKAH-LANGKAH AGAR TERHINDAR
DARI HOAKS
Anda dapat melakukan langkah-langkah untuk menghindari
Hoaks sekaligus membantu menghentikan penyebarannya di media sosial.
1. Perhatikan
judul informasi
Beberapa oknum
kerap memasang judul yang menjebak artinya menarik masyarakat agar membacanya.
Berita palsu biasanya memiliki judul
yang mengejutkan agar membuat rasa penasaran. Isi kontennya pun biasanya
terlihat provokatif dan memanfaatkan isu-isu yang sedang tren.
2. Lihat
sumber berita
Hal kedua yang
perlu dilakukan adalah periksa sumbernya, apakah dari situs resmi dan
terpercaya tidak.
Apabila informasi berasal dari
situs-situs media sosial dan web yang belum dapat dipercaya disarankan untuk
segera mengecek ke situs-situs lainnya.
3. Periksa
foto dan video
Tidak hanya
tulisan, seperti yang telah disebutkan bahwa Hoaks bermacam-macam bentuknya dan
salah satunya yaitu berupa foto dan video.
Sama halnya dengan tulisan, Hoaks
bentuk foto dan video yang Anda terima jangan langsung mempercayai begitu saja.
Terkadang oknum juga mengedit sebuah foto dan video sebelum menyebarkannya di
media sosial. Namun, Anda tidak perlu khawatir untuk mencari fakta dari foto
dan video tersebut. Anda bisa cek keaslian dari berita foto dan video tersebut
dengan memanfaatkan teknologi fitur dari Google Images dengan tautan
images.google.com.
4. Hati-Hati
dengan bentuk forward messages
Pernahkah Anda mendapatkan pesan yang diteruskan dari media sosial? Tentu
pernah! Maraknya berita Hoaks dari media sosial tentu sangat meresahkan.
Biasanya oknum Hoaks akan menyebarkan ke banyak orang dengan dalih isinya
meminta untuk segera diteruskan ke banyak orang, berupa ancaman jika Anda tidak
meneruskan pesan tersebut, atau mendapatkan hadiah. Jika Anda menerima pesan
seperti itu, segera hapus dan abaikan!
5. Laporkan
ke Kementerian Komunikasi dan Informatika jika menemukan berita Hoaks
Apabila Anda menemukan berita Hoaks,
sebaiknya Anda segera melaporkan konten tersebut ke Kementerian Komunikasi dan
Informatika agar berita Hoaks segera ditindak tegas.
Anda bisa melakukan screen capture
disertai url link lalu kirim filenya ke aduankonten@mail.kominfo.go.id.


