Just another free Blogger theme

<a href="http://www.clock4blog.eu">calendar widget for blog</a>

Rabu, 24 Agustus 2022

 Menuju Masjid Ramah Difabel


Sahabat Beriman

Masjid tidak bisa dilepaskan dengan keberadaan umat Islam, masjid antara lain digunakan melaksanakan shalat baik berjamaah atau munfarid. Setiap hari masjid selalu dikunjungi jamaah yang hendak melaksanakan shalat sesuai jadwal yang telah ditetapkan waktunya.  Namun banyak  pengurus Masjid yang tidak paham bahwa Jamaah yang datang ke Masjid itu beragam, adanya yang fisiknya normal ada yang difabel atau berkebutuhan khusus dalam beribadah. yang mereka itu harus duduk di kursi roda misalnya. Padahal mereka juga memiliki hak yang sama dengan orang yang normal untuk datang ke Masjid serta mempergunakan  semua fasilitas masjid. Namun apa yang mereka dapati... Ada yang mengalami diskriminasi, perlakuan berbeda,  penolakan, dan lainnya, dengan kata lain Masjid belum mampu mengakomodir kebutuhan mereka. Bisa dikatakan mereka mendapat perlakuan yang kurang adil... Seharusnya tidak ada perbedaan karena Masjid merupakan rumah Allah, mestinya juga ramah kepada penyandang disabelitas karena untuk menunaikan kewajibaan beribadah shalat berjamaah atau munfarid di Masjid. 

Sahabat Beriman 

Difabel adalah istilah yang lebih halus untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami disabilitas. Difabel mengacu pada keterbatasan peran penyandang disabilitas dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari karena ketidakmampuan yang mereka miliki.

Artinya, seorang yang difabel bukanlah tidak mampu, melainkan hanya terbatas dalam melakukan aktivitas tertentu. Kondisi seorang difabel juga bisa diperbaiki dengan alat bantu yang membuatnya jadi mampu melakukan aktivitasnya seperti semula.

Fasilitas/jalan untuk  kursi  roda pada Masjid Muslimin Medan Johor ini layak ditiru. Dan kemudian terus melengkapi fasilitas lainnya. seperti penyediaan kamar mandi, kursi roda khusus, kursi, tempat wudhu' khsusus. Karena sudah  selayaknya kita memikirkan dan mewujudkan masjid yang benar benar  ramah untuk difabel, ramah untuk anak dan ramah untuk perempuan.


Amanah Undang-undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas


Masjid Ramah Anak

Masjid Ramah Anak adalah satuan masjid sebagai ruang publik untuk beribadah, dikembangkan menjadi tempat anak-anak berkumpul, melakukan kegiatan positif, inovatif, kreatif dan rekreatif yang aman dan nyaman dengan dukungan orangtua beserta lingkungannya Dengan mengutamakan berbagai prinsip seperti non diskriminasi, kepentingan terbaik untuk anak, hak untuk hidup, hak untuk pengembangan anak, penghargaan terhadap pandangan anak serta dengan pengelolaan yang baik


Masjid Ramah Perempuan

Pernah suatu kali saya hendak menunaikan ibadah salat Magrib di sebuah masjid yang terlihat luas dan bersih. Namun, tempat salat yang disediakan untuk jamaah perempuan ternyata hanya ¼ dari keseluruhan luas tempat salat di masjid tersebut. Lantaran jamaah perempuan jumlahnya banyak, sehingga kami harus mengantre cukup lama untuk salat dan saat tiba giliran saya, waktu salat tinggal sedikit sekali.

Minggu, 21 Agustus 2022

PENYERAHAN SATYALANACANA KARYA SATYA



Dr. H. Impun Siregar, MA Ka. Kankemenag Kota Medan
menyerahkan Satyalanacana Karya Satya 20 Tahun



Satyalancana Karya Satya adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada para Pegawai Negeri Sipil yang telah melaksanakan tugasnya dengan menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan, serta telah bekerja terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Satyalancana ini ditetapkan pada tahun 1959. Satyalancana ini dibentuk dengan tujuan untuk menghargai jasa-jasa serta sebagai pendorong untuk meningkatkan pengabdian dan prestasi kerja sehingga dapat dijadikan teladan bagi Pegawai Negeri Sipil yang lain







Undang-undang nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan,  pasal 24 huruf (a) menyebutkan persyaratan secara umum yang berhak mendapatkan tanda kehormatan tersebut, yaitu WNI atau seserang yang berjuang di wilayah yang menjadi wilayah NKRI, memiliki integritas moral dan keteladanan, berjasa terhadap bangsa dan negara, berkelakuan baik, setia dan tidak mengkhianati bangsa dan negara dan tidak pernah dipidana penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tidak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun.







 

Jumat, 12 Agustus 2022

SKP

 Dr. Masaru dan AIR





أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلا يُؤْمِنُونَ (30) وَجَعَلْنَا فِي الأرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ (31) وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ (32) وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (33) 

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) guncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk. Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya

Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air

Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.

Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan atau pemberi doa, maka semakin dalam pula pesan yang akan tercetak di dalam molekul-molekul air tersebut.Kemudian molekul-molekul air yang sudah diberi pesan itu bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul-molekul air yang lain.

Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu.

Ternyata air bisa “mendengar” kata-kata, air bisa “membaca” tulisan, dan air bisa “mengerti” pesan!

Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak terdiri dari 74,5% air dan darah terdiri dari 82% air. Bahkan tulang yang keras pun mengandung 22% air.

Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Ternyata  molekul air itu memang bisa untuk menangkap pesan doa kesembuhan, kemudian menyimpannya, lalu vibrasinya akan merambat kepada molekul air lain yang ada di dalam tubuh si sakit.

Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia.

Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air yang ada di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ ثَابِتٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُؤَمَّلِ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ (رواه احمد وابن ماجه(

Telah menceritakan kepada kami ['Ali Bin Tsabit] Telah menceritakan kepada ku [Abdullah bin Al Mu'ammal] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Air Zam Zam mempunyai khasiat tergantung niyat yang meminumnya". HR. Ahmad (14320) dan Ibnu Majah (3053)


Barang siapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barang siapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh.

Imam Nawawi di dalam kitab Al- Adzkar mengatakan bahwa ulama pun mengamalkan hadis itu, mereka minum air zamzam dengan niat sesuai apa yang diminta, dan mereka pun mendapatkan khasiat sesuai dengan hajatnya (atas izin Allah).

Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s. membangun Ka’bah.

Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air.

Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia.

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي مَيْمُونَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي إِذَا رَأَيْتُكَ طَابَتْ نَفْسِي وَقَرَّتْ عَيْنِي فَأَنْبِئْنِي عَنْ كُلِّ شَيْءٍ فَقَالَ كُلُّ شَيْءٍ خُلِقَ مِنْ مَاءٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْبِئْنِي عَنْ أَمْرٍ إِذَا أَخَذْتُ بِهِ دَخَلْتُ الْجَنَّةَ قَالَ أَفْشِ السَّلَامَ وَأَطْعِمْ الطَّعَامَ وَصِلْ الْأَرْحَامَ وَقُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ثُمَّ ادْخُلْ الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ 

(http://carihadis.com/Musnad_Ahmad/7591)

Telah menceritakan kepada kami Yazid(1) telah mengabarkan kepada kami Hammam(2) dari Qotadah(3) dari Abu Maimunah(4) dari Abu Hurairah(5), dia berkata; "aku berkata; 'Wahai Rasulullah sesungguhnya jika diriku melihatmu jiwaku terasa tentram dan mataku terasa sejuk, maka beritahulah saya tentang setiap sesuatu! ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap sesuatu diciptakan dari air." Abu Hurairah berkata; aku berkata; "Wahai Rasulullah beritahu kepadaku tentang perkara jika aku mengerjakannya maka aku akan masuk syurga!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambunglah tali persaudaraan dan kerjakanlah shalat malam ketika manusia sedang tidur, kemudian setelah itu masuklah syurga dalam keadaan selamat." 


Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan.

Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari.

Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadits.



Wallahu a’lam,

Wassalam.



 ECHO CHAMBER

Oleh H. Marasakti Bangunan



NARASI MENGAWALI PEMBICARAAN

Echo chamber adalah ruang tempat kita hanya mendengar apa yang kita teriakkan tanpa mau tahu kondisi nyata. Namun, makna dan efek yang ditimbulkannya bisa sangat berbahaya untuk dia yang berteriak.

Polarisasi yang terjadi di dunia nyata sedikit banyak bersumber dari gesekan-gesekan di media sosial. Diakui atau tidak, media sosial berpengaruh besar terhadap keadaan saat ini. Ia mewadahi terciptanya masyarakat yang terkotak menjadi dua kelompok. Dengan demikian, timbullah sentimen kami vs kalian di tengah masyarakat

Selain berdampak kepada perdebatan horizontal, polarisasi juga mematikan iklim diskusi dan mendorong individu yang sempit pemikirannya (close-minded person).

Mayoritas pengguna media sosial saat ini cenderung hanya mau menerima gagasan yang ia percaya dan berkumpul dengan orang-orang yang sepemikiran, atau disebut sebagai echo chamber effect

Echo chamber effect adalah sebuah metafora yang menggambarkan keadaan bahwa seseorang menutup semua ide yang berseberangan dari yang dipercaya dan hanya meyakini segala sesuatu yang mengamini kepercayaannya. Kemudian ketika ia menemui informasi atau gagasan yang berseberangan, ia langsung menilai bahwa informasi tersebut tidak valid.           

Efek ini sangat bisa dirasakan ketika kita berhadapan langsung dengan orang-orang yang terjebak di dalam echo chamber. Orang-orang tersebut akan mengisolasi diri dari pandangan luar sehingga sulit bagi kita untuk men-challenge argumen mereka. Kebenaran di mata orang-orang tersebut juga akan semakin subjektif karena hanya didasari apa yang ia mau.   Dampak dari echo chamber effect tidak hanya memperparah polarisasi, tetapi juga merusak ekosistem digital kita. Mari tengok bagaimana teori konspirasi bisa tumbuh subur dan dipercayai banyak orang, termasuk grup whatsapp kita sendiri. Atau bagaimana seseorang bisa membenci suatu pihak hanya karena ia ngikut sikap sosok yang ia idolai.Dalam konteks pandemi, nakes yang sudah berjibaku demi keselamatan manusia pun tak luput dari objek pesakitan masyarakat yang menutup mata dan terjebak dalam echo chamber





Echo chamber adalah sebuah deskripsi kiasan dari sebuah keadaan dimana keyakinan diyakini atau disebarkan oleh komunitas dan diulang-ulang dalam sebuah sistem tertutup. 

Dengan mengunjungi sebuah "echo chamber", orang-orang dapat menyaksikan informasi yang menegakkan pandangan mereka yang berdiri, berpotensi menjadi bias konfirmasi. Ini dapat meningkatkan polarisasi dan ekstrimisme sosial dan politik

Kamar gema dibagi menjadi dua bagian, yang pertama adalah kamar (grup yang ada di media sosial) dan gema (fitur share yang tersedia di media sosial) karena dua fitur ini maka seseorang akan terus ter-ekspos dengan informasi yang satu pemikiran dengannya. Kedua hal ini memudahkan pergeseran nilai yang dipegang oleh individu ke kutub yang lebih ekstrem. Alih-alih menjadi kanal informasi yang luas dan beragam, internet bisa menjadi kamar gema tempat individu sepemikirian berkumpul, mempersempit pandangan dan mengamplifikasi ideologi ke ranah ekstrem yang menjustifikasi kekerasan (Imaduddin, 2016).

Efek kamar gema bisa terjadi dalam semua bidang, contohnya pada pemilu Indonesia tahun 2019. Pada pemilu tahun 2019 ini, kita menyaksikan bahwa efek kamar gema ini di eksploitasi oleh para buzzer politik. Karena pada pilpres 2019, kedua capres membawa image yang berbeda. Capres no. 01 membawa image sebagai presiden yang merakyat, nasionalis, dan menggandeng ormas/partai yang mengedepankan islam nusantara. Sementara capres no. 02 membawa image seorang mesiah (juru selamat) yang patriotis, ia beranggapan bahwa Indonesia sedang dalam kondisi yang berbahaya.

Pihak 02 juga menggandeng ormas/partai beraliran islam islam konservatif. Para buzzer kemudian membuat berita hoaks dengan berdasarkan perbedaan ini, berita yang dikeluarkan oleh buzzer politik ini telah disusun sedimikian rupa agar dapat masuk kedalam kamar gema yang spesifik -- biasanya ditujukan kepada kamar gema pendukung capres tertentu. Berita yang di desain untuk masuk kedalam kamar bertujuan untuk memelihara loyalitas kepada capres dan memprovokasi agar membenci capres yang lain. Biasanya tema yang dibawa dalam berita karangan buzzer adalah agama, karena tema yang dibawa memiliki nilai primordial, maka polarisasi di masyakat tidak terhindarkan. Karena masyarakat pendukung kedua capres beranggapan capres pilihan mereka adalah pilihan Tuhan dan tugas mereka adalah memenangkan capres yang bersangkutan.

Polarisasi yang terjadi pada tahun 2019 - menurut saya - adalah blunder pemerintah Indonesia dalam menangani kamar-kamar gema yang tersebar di Media Sosial. Seharusnya pemerintah sebagai institusi negara yang berkewajiban untuk menjaga keamanan negara, lebih proaktif untuk mengawasi dan menindak  kamar-kamar gema yang ada. Misalnya dengan membuat narasi tandingan yang berisi konten persatuan nasional, bhinneka tunggal ika, dll. Narasi tandingan ini penting untuk menciptakan keberimbangan informasi di media sosial, atau bahkan mungkin bisa menenggelamkan suara-suara bernada kekerasan di internet. Selain pemerintah, kita sebagai pengguna internet juga harus memiliki kemampuan literasi digital agar bisa mengidentifikasi mana konten yang negatif dan mana yang positif, ini harus dilakukan agar kita tidak menambah gema-gema negatif yang ada di internet dan media sosial.


Kamis, 11 Agustus 2022

Kamis, 04 Agustus 2022


 


 


 


Memperingati Ulang Tahun Ke 80 H. Tamrin Lubis